PatasAI sebagai Solusi
Blueprint PatasAI
1. Tujuan Utama
PatasAI — Asisten Cerdas Ekosistem SASTI
Fungsinya bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi membantu pengguna:
memahami data,
menemukan informasi,
melakukan analisis,
membuat ringkasan,
menyiapkan tindak lanjut,
dan nantinya menjalankan aksi tertentu dengan persetujuan pengguna.
Tagline yang cocok:
Memahami data, membantu mengambil langkah, tetap memanusiakan keputusan.
2. Arsitektur Besar
Saya sarankan arsitekturnya:
User → PatasAI Chat → AI Orchestrator → Permission Check → SASTI Data / Knowledge Base → AI Response
Ada 3 sumber utama:
A. Database SASTI
siswa
guru
kelas
presensi
keterlambatan
pelanggaran
reward
BK
nilai
kuis
ekskul
izin
jurnal
perpustakaan
dan modul lain.
B. Knowledge Base
tata tertib,
SOP,
kalender akademik,
panduan SASTI,
aturan sekolah,
dokumen BK,
panduan kegiatan,
FAQ.
C. AI Model Digunakan untuk memahami pertanyaan dan menyusun jawaban.
AI tidak boleh diberi akses database langsung secara bebas. Semua akses harus melalui fungsi/tool yang sudah Bapak tentukan.
3. PatasAI v1
Untuk tahap awal, fokus pada 3 fitur.
Chat with SASTI
Contoh:
“Berapa siswa terlambat hari ini?”
“Siswa kelas XI-2 yang terlambat lebih dari tiga kali bulan ini.”
“Berapa siswa belum tuntas Informatika?”
“Ekskul dengan kehadiran terendah bulan ini?”
PatasAI kemudian memanggil fungsi database yang sesuai.
Knowledge Base
Contoh:
“Bagaimana prosedur izin siswa?”
“Berapa poin pelanggaran rambut?”
“Bagaimana prosedur home visit?”
“Bagaimana tata cara mengikuti ekstrakurikuler?”
Jawaban hanya berdasarkan dokumen sekolah.
Jika informasi tidak ditemukan:
“Informasi tersebut belum tersedia dalam Knowledge Base SASTI.”
Bukan mengarang jawaban.
Student 360 Summary
Contoh:
Ringkas kondisi Nizar Ahmad bulan ini.
PatasAI dapat menampilkan:
Kehadiran
95%
Terlambat
4 kali
Pelanggaran
2 catatan
Reward
3 penghargaan
Akademik
2 mata pelajaran belum tuntas
Ekstrakurikuler
Pramuka – kehadiran 87%
Kemudian AI menulis:
“Dalam 30 hari terakhir, siswa memiliki kehadiran yang cukup baik, namun terdapat empat keterlambatan. Terdapat dua hasil evaluasi yang belum tuntas dan dapat menjadi bahan tindak lanjut.”
Tidak memberi label:
❌ siswa bermasalah
❌ siswa nakal
❌ berisiko tinggi
4. Role PatasAI
Ini sangat penting.
Role
Akses PatasAI
Siswa
Data dirinya sendiri
Orang tua
Data anaknya
Guru Mapel
Data pembelajaran siswa yang diajar
Wali Kelas
Data siswa kelas binaannya
BK
Kesiswaan + konseling sesuai kewenangan
Pembina Ekskul
Anggota ekskulnya
Wakasek
Data sesuai bidang
Kepala Sekolah
Dashboard agregat sekolah
Admin
Konfigurasi, bukan otomatis seluruh data sensitif
Contoh:
Guru Informatika bertanya:
“Tampilkan catatan konseling pribadi siswa X.”
PatasAI harus menjawab:
Anda tidak memiliki izin untuk mengakses informasi tersebut.
5. Struktur Database PatasAI
Saya sarankan jangan campur seluruh tabel AI dengan tabel existing SASTI.
Buat modul sendiri.
ai_conversations
conversation_id
user_id
title
role_context
created_at
updated_at
ai_messages
message_id
conversation_id
user_id
role
message
model
tokens_input
tokens_output
created_at
ai_tool_logs
tool_log_id
conversation_id
user_id
tool_name
parameters
result_summary
status
created_at
Ini penting untuk audit.
ai_knowledge_documents
document_id
title
category
source_file
status
created_by
created_at
updated_at
ai_knowledge_chunks
chunk_id
document_id
content
embedding
metadata
created_at
Ini menjadi fondasi RAG.
ai_prompt_templates
Untuk prompt cepat.
prompt_id
title
prompt
role_access
category
icon
is_active
Contoh:
Analisis keterlambatan
Analisis data keterlambatan hari ini dan tampilkan pola yang perlu mendapat perhatian.
6. AI Tools
Ini bagian paling penting dari PatasAI.
Jangan memberikan AI:
SELECT * FROM …
secara bebas.
Buat fungsi terbatas seperti:
get_student_profile()
get_student_attendance()
get_student_lateness()
get_student_violations()
get_student_rewards()
get_class_summary()
get_class_attendance()
get_exam_results()
get_exam_analysis()
get_bk_timeline()
get_extracurricular_summary()
get_school_dashboard()
AI hanya memilih fungsi yang dibutuhkan.
Contoh user:
“Bagaimana kondisi kelas XI-3 minggu ini?”
AI bisa memanggil:
get_class_attendance()
get_class_lateness()
get_class_academic_summary()
get_class_reward_summary()
Kemudian menyusun kesimpulan.
7. UI PatasAI
Saya membayangkan menu:
✨ PatasAI
Bagian atas:
Selamat pagi, Pak Nizar.
Apa yang ingin Anda ketahui tentang sekolah hari ini?
Chat box:
Tanyakan sesuatu kepada PatasAI…
Di bawahnya ada Quick Action:
Keterlambatan Hari Ini
Analisis Kelas Saya
Siswa Perlu Perhatian
Analisis Pembelajaran
Cari Tata Tertib
Buat Ringkasan
Saat AI menemukan data, jangan hanya berupa teks.
Misalnya:
Kondisi Kelas XI-3
36 Siswa
4 Terlambat
7 Belum Tuntas
5 Reward
Kemudian:
Perhatian utama
Terdapat tiga siswa dengan keterlambatan berulang dalam dua minggu terakhir.
Button:
Lihat Siswa
Analisis
Buat Tindak Lanjut
8. Context Awareness
PatasAI sebaiknya mengetahui siapa yang sedang login.
Misalnya wali kelas XI-3 membuka PatasAI.
Dia cukup bertanya:
“Bagaimana kelas saya?”
Tidak perlu:
“Bagaimana kelas XI-3?”
Karena context sudah mengetahui:
user = Nizar
role = wali_kelas
kelas = XI-3
Ini akan membuat PatasAI terasa benar-benar menyatu dengan SASTI.
9. Action AI — Tahap Berikutnya
Setelah kemampuan membaca stabil, baru AI boleh melakukan tindakan.
Contoh:
“Buatkan pesan untuk orang tua siswa yang terlambat tiga kali.”
AI membuat draft:
Yth. Bapak/Ibu orang tua/wali…
Kemudian muncul:
Preview Pesan
Edit
Batal
Kirim
AI tidak langsung mengirim.
Harus ada:
Konfirmasi pengguna
Konsep ini kita gunakan juga untuk:
WA orang tua,
membuat surat,
membuat laporan,
mencatat tindak lanjut,
membuat pengumuman,
membuat rekap.
10. Fitur PatasAI Tahap Lanjutan
Setelah v1 stabil, kita masuk ke:
PatasAI Insight
Misalnya:
“Apa yang terjadi di sekolah minggu ini?”
AI menjawab:
Keterlambatan turun 12%
Reward naik 18%
Pelanggaran penampilan terjadi peningkatan
Pembelajaran 87% siswa telah menyelesaikan evaluasi
Lalu:
“Ada peningkatan keterlambatan pada hari Senin dan Selasa yang dapat menjadi perhatian tim kesiswaan.”
PatasAI Daily Brief
Ketika Kepala Sekolah/Wakasek login:
Briefing Sekolah Hari Ini
1.424 siswa aktif
46 terlambat
8 catatan penampilan
5 siswa izin
3 kegiatan ekstrakurikuler
2 agenda sekolah
Lalu AI memberikan ringkasan.
Ini bisa menjadi salah satu fitur PatasAI yang sangat menarik.
11. Guardrail
Saya ingin bagian ini dibuat sejak awal.
PatasAI tidak boleh:
memberi diagnosis psikologis siswa,
menilai “anak nakal”,
menentukan sanksi otomatis,
membuat keputusan BK otomatis,
mengirim pesan tanpa konfirmasi,
membuka data lintas role,
memperlihatkan data siswa lain kepada siswa,
membuat jawaban seolah-olah berasal dari database padahal datanya tidak tersedia.
Setiap jawaban berbasis SASTI idealnya punya indikator:
Sumber: Data SASTI
atau:
Sumber: Tata Tertib SMA Negeri 4 Tasikmalaya
Ini sangat penting untuk kepercayaan.
12. Roadmap Step 1–10
Step
Pekerjaan
1
Audit database dan role SASTI
2
Buat modul PatasAI
3
Conversation + chat interface
4
Integrasi AI API
5
Tool / Function Calling ke SASTI
6
Role & Permission AI
7
Knowledge Base + RAG
8
Student 360 + Class Summary
9
AI Insight & Quick Action
10
AI Action + Confirmation
Saya tidak akan mulai dari RAG atau chatbot dulu.
Step 1 harus:
memetakan database SASTI, role pengguna, dan fungsi mana yang aman dibaca PatasAI.
Karena SASTI yang Bapak miliki sudah besar. AI justru harus mengikuti struktur SASTI, bukan SASTI dipaksa mengikuti AI.
Konsep akhirnya
Bayangkan seorang wali kelas membuka SASTI.
Dia tidak lagi membuka:
Keterlambatan → Presensi → Nilai → Reward → BK → Ekskul
satu per satu.
Dia cukup bertanya:
“PatasAI, apa yang perlu saya perhatikan dari kelas saya minggu ini?”
PatasAI membaca modul yang memang boleh diakses wali kelas, kemudian menjawab:
“Ada 5 hal yang perlu mendapat perhatian minggu ini.”
Lalu data pendukung ditampilkan.
Itulah menurut saya nilai sebenarnya dari PatasAI.
Bukan sekadar:
SASTI + chatbot
tetapi:
SASTI + Intelligence Layer
dan ini bisa menjadi fase transformasi berikutnya SASTI setelah 2022–2026.
RELATED LOGS